Ketum Dekopin: Baru di Era Presiden Prabowo Gerakan Koperasi Dapat Perhatian

Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia Bambang Haryadi menyampaikan apresiasi terhadap perhatian Presiden Prabowo Subianto di sektor koperasi. Bambang mengatakan baru di era pemerintahan Prabowo gerakan koperasi mendapatkan perhatian serius.
"Baru dalam pemerintahan Bapak Presiden gerakan koperasi di Indonesia mendapat perhatian dan menjadi program prioritas ekonomi masyarakat," kata Bambang dalam acara Puncak Hari Koperasi Nasional di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu .
Bambang mengatakan gerakan koperasi di Indonesia terasa kurang mendapatkan perhatian selama tiga dekade terakhir. Padahal, kata Bambang, koperasi telah diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33 ayat 1.
Dia menjelaskan Hari Koperasi Nasional ke-79 ini menjadi momentum dalam bangkitnya gerakan koperasi di Tanah Air. Dia yakin perhatian dari pemerintahan Prabowo akan memperkuat sistem koperasi Indonesia.
"Hari Koperasi Nasional ke-79 ini menjadi momentum bangkitnya gerakan koperasi di Indonesia kita dan kita yakin di bawah kepemimpinan Bapak Presiden koperasi akan menjadi pilar Utama, penggerak utama rakyat Indonesia," katanya.
Bambang juga membantah anggapan koperasi yang telah ketinggalan zaman. Dia mencontohkan banyak klub sepak bola di Eropa yang dikelola melalui sistem koperasi. Dia meyakini gerakan koperasi di Indonesia akan semakin kuat di pemerintahan Prabowo.
"Kami yakin koperasi akan bangkit kembali di era kepemimpinan Bapak," pungkas Bambang.
Lihat juga Video: Momen Presiden Prabowo Hadiri Puncak Hari Koperasi ke-79 di GBK
[Gambas:Video 20detik]
Sebelumnya: Influencer Kontroversial Andrew Tate dan Tristan Ditangkap di AS
Selanjutnya: 7 Makanan Terbaik untuk Dipadukan dengan Telur
Artikel Terkait
- Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional dalam Waktu Dekat
- Bertemu Menlu Wang Yi, Menko Airlangga Dorong Kemitraan Strategis hingga Investasi Hijau
- Evakuasi Belum Selesai, Longsor di China Keburu Timbun Warga yang Belum Mengungsi
- Kesaksian Penyintas KM Nurul Salsa Jadi Petunjuk Baru, Basarnas Fokus Cari Korban di Laut Flores
- Houthi Umumkan Blokade Laut untuk Arab Saudi: Mata Dibayar Mata
- Mandatori E20 pada 2028, Pemerintah Buka Peluang Swasta Bangun Pabrik Bioetanol
- Soal Kasus Pemerkosaan di Sampang, Polisi Ingatkan Orangtua Perketat Awasi Pergaulan Anak
- Polisi Amankan 8 Orang Usai Ojol Geruduk Kantor "Debt Collector" di Bandung, Kantor Akan Tutup
