Prabowo Banggakan Petani: Yang Bilang Beras Mahal, Ikut Tanam Padi Sendiri

Presiden Prabowo Subianto menyinggung ada pihak yang menyebut harga beras dari petani begitu mahal. Dia melempar sindiran kepada pihak-pihak tersebut agar menanam padi sendiri.
Hal itu disampaikan Prabowo saat memimpin Panen Raya TNI di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat . Prabowo mengapresiasi hasil tani para petani Indonesia yang membanggakan.
"Saya bangga dengan petani-petani Indonesia. Yang mengatakan beras terlalu mahal, suruh, ikut kau tanam beras," kata Prabowo di hadapan para petani disusul riuh tepuk tangan hadirin.
Selain petani, Prabowo mengapresiasi para nelayan. Prabowo mengatakan petani dan nelayan berperan besar dalam menjaga pangan nasional.
"Terima kasih petani, nelayan Indonesia. Kau, kau adalah pahlawan yang sebenarnya. Kau menghasilkan pangan untuk kita semua," tuturnya.
Prabowo kemudian kembali menyindir pihak yang tak menginginkan petani mendapatkan penghasilan besar. Dia berkelakar bahwa TNI dan Menteri Pertanian perlu menyiapkan lahan agar mereka menanam padi sendiri.
"Kalau petani beras nggak boleh dapat penghasilan yang tinggi, ya suruh mereka tanam padi sendiri itu," ucap Prabowo seraya tertawa.
"Wuenak aja gitu," ucapnya.
Adapun sejumlah pejabat yang mendampingi Prabowo memimpin peresmian antara lain Menko Pangan Zulkifli Hasan, Mentan Andi Amran Sulaiman, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, KSAD TNI Jenderal Maruli Simajuntak, KSAU TNI Marsekal Tonny Hardjono, dan KSAL TNI Laksamana Muhamad Ali.
Sebelumnya: Prabowo Hadiri Puncak Hari Koperasi Nasional Ke-79
Selanjutnya: Anggota Komisi IX DPR Minta Kebijakan MBG Wajib Terdokumentasi, Bukan Instruksi Verbal
Artikel Terkait
- Beda Penjelasan dengan Pertamina Soal Antrean BBM di SPBU, Bobby: Masyarakat Butuh Minyak, Jangan Bertele-tele
- Polwan Polda Riau Raih 7 Medali Kejurnas Taekwondo Kapolri Cup
- Hasil CKG Ungkap Remaja Mulai Alami Depresi hingga Hipertensi
- Liburan Berakhir di Klinik akibat Sengatan Ubur-ubur Pantai Glagah
- Kena OTT KPK, Bupati Lombok Barat Diduga Terima Duit dari Sejumlah Proyek
- 2 WN Vietnam Dideportasi Usai Buka Praktik Dokter Ilegal di Jaksel
- Kebocoran Pipa Gas di Surabaya Tertangani, Pasokan Tetap Normal
- Rumah Hanyut, Suami Meninggal di Huntara, Nurmaini Masih Menanti Hunian Tetap
