Pindah ke Persija, Denis Kolinger Ungkap Peran Marko Simic

Ya, pemain yang berposisi sebagai penyerang itu sempat membela Persija dalam dua periode.
Periode pertama Simic berlangsung pada 2018 hingga 2022. Kemudian, dia kembali lagi pada 2023 dan berakhir di 2025.
Nama Simic sempat menjadi idola para suporter lantaran berperan besar dalam sukses Macan Kemayoran menjuarai Piala Presiden 2018 dan Liga 1 2018.
Dokumentasi Persija Jakarta Bek asing baru Persija Jakarta, Denis Kolinger
Ternyata, Kolinger mengaku mengenal Simic dan sempat menjalin komunikasi dengannya semasa proses kepindahannya ke klub Ibu kota Indonesia.
"Ya, tentu saja saya mengenalnya dan banyak orang Kroasia mengenalnya karena—mungkin kalian lebih tahu—dia bermain di sini selama bertahun-tahun dan saya rasa dia adalah legenda di sini," kata Kolinger kepada awak media selepas menjalani latihan di Persija Training Ground, Sawangan, Jawa Barat, Jumat (18/7/2026).
"Banyak pemain Kroasia juga menghormatinya. Kami berbicara hampir setiap hari," ungkap eks pemain CFR Cluj itu.
Beri Saran
Lebih lanjut, Kolinger mengatakan bahwa Simic turut menguatkannya untuk menerima pinangan Persija.
"Dia hanya mengatakan apa yang juga saya ketahui dan apa yang saya inginkan," ucap pemain bertinggi 199 cm itu.
"Dia menyuruh saya untuk datang ke sini, dan pastinya, dia juga mengatakan bahwa Persija adalah klub terbesar di Indonesia," jelas dia.
Kolinger menambahkan, meski baru beberapa hari di Indonesia, dia mengaku sudah merasa nyaman dan berupaya untuk mempelajari bahasa Indonesia agar komunikasi di dalam dan luar lapangan berjalan lebih lancar.
"Pastinya, saya akan mempelajari beberapa kata karena kami memiliki banyak pemain Indonesia di sini dan saya sangat menyukai mereka," kata Kolinger.
"Mereka adalah orang-orang yang sangat baik, dan pastinya mereka akan membantu saya untuk belajar juga," tambahnya.
Sebelumnya: Israel Ubah Status Buaya, Kini Bisa Digunakan untuk Cegah Tahanan Kabur
Selanjutnya: Polda Sumsel Dirikan Kafe Buruh Presisi, Jadi Ruang Dialog Ketenagakerjaan
Artikel Terkait
- 10 Kota Paling Tidak Layak Huni di Dunia 2026, Ada dari Indonesia?
- Candra Naya di Glodok, Rumah Keluarga Tionghoa Kaya Zaman Batavia
- Tarik Turis Asing, Wisata Wellness Jadi Prioritas Pariwisata Indonesia
- Hampir 1.000 Burung Liar Diangkut dalam Bagasi Bus Menuju Jakarta, Digagalkan di Bakauheni
- Sahara Barat: The Odyssey Christopher Nolan dan Bayang-Bayang Sejarah yang Belum Tuntas
- 2 WN Vietnam Dideportasi Usai Buka Praktik Dokter Ilegal di Jaksel
- Melihat Mini Zoo Purworejo yang Mangkrak, Proyek Rp 9,69 Miliar Berujung Korupsi
- Hotman: Febrie Tak Tahu Ada Renovasi untuk Tempat Uang di Rumah Sentul
