Bukan Sekadar Pesta, Gawai Dayak Jadi Wujud Syukur atas Hasil Panen dan Berkah Hidup

Ritual Adat Jadi Bagian Penting Gawai
Bernadus menjelaskan, esensi utama Gawai Dayak bukan sekadar panggung hiburan atau pesta.
Perayaan tersebut merupakan ungkapan syukur masyarakat Dayak atas hasil usaha, panen, dan keberkahan hidup yang telah dilalui selama setahun.
Karena itu, panitia memberikan perhatian khusus terhadap pelaksanaan ritual adat agar nilai-nilai luhur warisan leluhur tetap terjaga.
Pada Gawai Dayak XV Kabupaten Sekadau tahun ini, Sub Suku Dayak Benawas dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan ritual adat. Berbagai tahapan adat juga telah dipersiapkan sejak sekitar sebulan terakhir.
"Ritual adat merupakan bagian penting dari gawai. Kami terus berkoordinasi dengan Sub Suku Dayak Benawas dan seluruh rangkaian adat sudah berjalan dengan baik. Ini menunjukkan kesiapan masyarakat adat dalam menyukseskan Gawai Dayak tahun ini," terangnya.
Gawai Digelar 21-25 Juli
Rangkaian Gawai Dayak XV Kabupaten Sekadau diawali dengan Misa Syukur Pembukaan yang digelar di Rumah Dinas Bupati Sekadau, Senin.
Selanjutnya, seluruh rangkaian kegiatan akan berlangsung di Rumah Betang Youth Center Sekadau pada 21-25 Juli 2026.
Panitia optimistis seluruh agenda dapat berjalan sesuai rencana berkat dukungan Pemerintah Kabupaten Sekadau, Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sekadau, serta berbagai paguyuban multietnis di daerah tersebut.
Usai misa syukur, panitia bersama Bupati Sekadau juga dijadwalkan meninjau lokasi pelaksanaan di Rumah Betang Youth Center untuk memastikan seluruh persiapan akhir menjelang pembukaan resmi.
Bernadus berharap Gawai Dayak XV Kabupaten Sekadau tidak hanya menjadi wadah pelestarian adat dan budaya Dayak, tetapi juga mempererat persatuan serta silaturahmi masyarakat di Kabupaten Sekadau.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunPontianak.co.id dengan judul Gawai Dayak XV Siap Digelar Besok Panitia Pastikan Ritual Adat Sub Suku Benawas Tetap Jadi Prioritas.
Sebelumnya: Rumah Mewah di Grand Polonia Meledak, Kapolrestabes Medan: Diduga Kebocoran Pipa Gas Tanam
Selanjutnya: Soroti Kebakaran TPA, Waka MPR Tekankan Pembenahan Hulu dan Pengawasan
Artikel Terkait
- Waka MPR Kecam Pemerkosaan Lansia di Grobogan, Desak Hukum Maksimal
- Kesaksian Penyintas KM Nurul Salsa Jadi Petunjuk Baru, Basarnas Fokus Cari Korban di Laut Flores
- Pigai Bantah Pernah Minta Masyarakat Belanja Rp 1 Juta per Bulan di Kopdes
- Kasus SK Palsu ASN di Gresik, Korban Setor Rp 125 Juta dari Tabungan Istri, Kades Syok dan Gemetar
- Gempa M 5,1 Guncang Peru, 5 Orang Tewas
- Arema FC Lengkapi Kuota Pemain Asing dari Brasil dalam Sehari
- Pramono Lantik 239 Pejabat Fungsional, Minta Tinggalkan Warisan Kinerja bagi Kemajuan Jakarta
- Penurunan Tanah Capai 16 cm Per Tahun, Bappeda Ungkap Ancaman Rob Pantura Jateng
