Seorang Petani di Sikka Tewas Digigit Babi Hutan

Sebelum kejadian, sekitar pukul 07.00 Wita, korban bersama adiknya, RN (43), duduk minum kopi.
Tak lama berselang, tiba-tiba terdengar suara anjing menggonggong.
Korban mengambil peralatan berburu berupa parang, tombak dan senapan angin, lalu bergegas menuju lokasi anjing yang menggonggong.
"Jaraknya kurang lebih sekitar 500 meter dari rumah korban. RN menunggu di rumah," katanya.
Leonardus melanjutkan, setelah lama menunggu, RN pergi mencari korban di pondok.
Di sana ia hanya mendapati seekor anjing milik korban. RN mengikuti jejak anjing tersebut ke arah korban.
Ia terkejut lantaran menemukan korban sudah tak bernyawa. Ia melaporkan kejadian tersebut kepada keluarga.
Leonardus menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan dokter Puskesmas Watubaing ditemukan beberapa luka gigitan pada tubuh korban.
"Ditemukan beberapa gigitan pada tubuh korban yang diduga berasal dari gigitan babi hutan," tandasnya.
Sebelumnya: 3 Tahun Stroke, Bugira Tak Pernah Kontrol Kesehatan karena Kendala Jarak dan Biaya
Selanjutnya: Jelang Sidang Kabinet, Menteri hingga Kepala Lembaga Merapat ke Istana
Artikel Terkait
- Waduk Delingan Karanganyar Menyusut Jadi Spot Berburu Sunset dan Berkah Petani Musiman
- Respons Pengacara soal Roy Suryo Dipolisikan Dugaan Pencemaran Nama Baik
- Warga Bogor Dilanda Kekeringan, Terpaksa Mandi dan Nyuci Pakai Air Sungai
- Lagi, Penyidik Polri Datangi Kejagung Bawa Barang Bukti Kasus Eks Jampidsus Febrie
- Terlibat Begal Motor, Pelajar SMP di Cianjur Ditangkap
- Balap Liar Kuasai Jalan di Rawamangun Jaktim, Polisi Tingkatkan Patroli
- Polisi Tangkap Remaja di Jaksel yang Lecehkan 3 Anak, Modus Ajak Main Gim
- Astamaops Kapolri Minta Layanan 110 Diperkuat: Respons Cepat Bantu Masyarakat
