Iran Berterima Kasih ke Dunia Islam Atas Pemakaman Bersejarah Khamenei

Prosesi pemakaman pemimpin Revolusi Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei telah selesai. Kementerian Intelijen Iran memuji ramainya pelayat yang hadir, dan menyebut prosesi di Iran dan Irak tersebut sebagai janji baru terhadap cita-cita bangsa dan Poros Perlawanan.
Dilansir media Iran, Press TV, Sabtu , dalam pernyataan yang dikeluarkan pada hari Sabtu , kementerian Iran tersebut menyampaikan rasa terima kasih kepada rakyat Iran dan Irak, otoritas agama, pemerintah negara-negara sahabat, dan delegasi dari seluruh dunia Islam atas partisipasi mereka dalam prosesi pemakaman itu.
Kementerian juga berterima kasih kepada para pelayat dari Lebanon, Pakistan, Afghanistan, Azerbaijan, Turki, Kashmir, India, Bahrain, dan negara-negara lain. Kementerian menggambarkan kehadiran mereka sebagai demonstrasi solidaritas yang abadi dengan negara tersebut.
"Pemakaman bersejarah tersebut mencerminkan kesetiaan dan kesadaran bangsa Islam dan memperbarui komitmennya terhadap cita-cita Islam," bunyi pernyataan kementerian tersebut.
Kementerian pun memuji prosesi yang diselenggarakan oleh suku-suku Irak dan lembaga-lembaga keagamaan. Dia mengatakan bahwa hal itu menyoroti ikatan abadi antara rakyat Iran dan Irak dan memperkuat jalan perlawanan.
"Kita memperbarui perjanjian darah dan perjuangan kita dengan Pemimpin Revolusi Islam dan akan tetap berada di garis depan pertempuran melawan Amerika Serikat yang kriminal dan rezim Zionis pembunuh anak-anak," imbuh pernyataan itu.
Ayatollah Khamenei gugur dalam serangan terkoordinasi AS-Israel di Teheran pada awal perang agresi 40 hari melawan Iran pada 28 Februari lalu.
Upacara penghormatan besar-besaran diadakan di Teheran, ibu kota Iran pada tanggal 5 dan 6 Juli lalu. Diikuti kemudian dengan prosesi pemakaman di kota Qom pada tanggal 7 Juli, kota Najaf dan Karbala di Irak pada tanggal 8 Juli, serta kota Mashhad pada tanggal 9 Juli, tempat Khamenei dimakamkan di Makam Imam Reza.
[Gambas:Video 20detik]
Sebelumnya: Baleg DPR Setujui Harmonisasi RUU LLAJ, Hak Kewajiban Ojol Diatur Terpisah
Selanjutnya: Usia Produktif Dominasi Kasus HIV di Sidoarjo, Dinkes Catat 3.767 ODHIV Berusia 25-40 Tahun
Artikel Terkait
- Fakta Baru Kasus Pengadaan Buah MBG Rp 170 Juta, Dua Pihak Merasa Dirugikan
- Rahmat Dimas Pembunuh Ojol di Tangerang Ditetapkan Sebagai Tersangka
- KPK Dalami Komunikasi Anggota BPK Bobby dan Angga Terkait Suap Audit Muara Enim
- Pembangunan Tahap II IKN Dikebut, 16 Paket Siap Lelang
- Tak Perlu ke Bengkel, Ini 3 Cara Cek Komstir Motor Sendiri di Rumah
- Setelah Pirlo dan Mancini, Palladino Kandidat Baru Latih Timnas Italia
- 10 Tahun Kudeta Turki, Ketika Demokrasi Berubah Arah
- Detik-detik Anak Korban Kecelakaan Beruntun di Sibolangit Kenali Mobil Orangtua dari Video Medsos
