Kisah SD di Mojokerto: Guru Iuran Bangun Toilet, Dua Ruang Kelas Kini Tak Bisa Dipakai

Akibatnya, guru maupun siswa harus pulang ke rumah ketika hendak menggunakan toilet.
"Saya masuk ke sini memang sudah tidak ada (toilet). Saya masuk tahun 2023. Toilet sudah tidak berfungsi. Semuanya terpaksa pulang kalau apa-apa. Alhamdulillah sekarang sudah punya. Keadaannya memang belum bisa maksimal, tapi syukurlah bisa ditempati," kata Juwono kepada Kompas.com, Senin (20/7/2026).
Menurut Juwono, pembangunan toilet dilakukan secara swadaya melalui iuran para guru.
Sebagian biaya juga berasal dari hasil penjualan buah mangga yang dipanen dari pohon di lingkungan sekolah.
Total dana yang digunakan untuk membangun toilet tersebut sekitar Rp 15 juta.
Dua Ruang Kelas Dikosongkan
Selain persoalan toilet, SD Negeri 1 Pandankrajan kini harus mengosongkan dua ruang kelas karena mengalami kerusakan pada bagian atap, plafon, dan dinding.
Beberapa bagian plafon ambrol, sedangkan sejumlah titik tembok tampak lapuk dan mengelupas sehingga dinilai membahayakan apabila tetap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Saat ini, sekolah hanya memanfaatkan empat ruang kelas yang masih layak digunakan sesuai jumlah rombongan belajar. Satu ruangan lainnya difungsikan sebagai ruang guru sekaligus ruang kepala sekolah.
Juwono mengatakan pihak sekolah telah mengajukan permohonan bantuan revitalisasi kepada pemerintah.
"Kelasnya ada satu, dua, tiga, empat. Terus yang paling barat ada dua. Lalu WC satu. Jadi ada tujuh," ujarnya.
Revitalisasi Diupayakan Tahun Depan
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto Amzar Ashari Siregar mengatakan pemerintah daerah telah mengusulkan revitalisasi SD Negeri 1 Pandankrajan, baik melalui APBD maupun bantuan dari pemerintah pusat.
Namun, menurut dia, proses revitalisasi diperkirakan baru dapat direalisasikan pada tahun depan.
"Bismillah niat kami sama-sama membantu pendidikan di Pandankrajan. Kondisi SD kami memang banyak yang perlu mendapat perhatian dan sudah kami usulkan ke kementerian. Mudah-mudahan mendapat perhatian dan kami kawal di kementerian," kata Amzar.
Sebelumnya: Soal Mahasiswi Gagal Temui Dedi Mulyadi, Pemkab Solok Selatan Siap Bantu Rachmi
Selanjutnya: Ketua Komisi III DPR-K Manokwari Apresiasi Polda Papua Barat karena Ungkap PETI di Waserawi
Artikel Terkait
- Kabut Asap Selimuti Banjarbaru Kalsel, 6 Penerbangan Sempat Terdampak
- Awas Padat, Cek Titik Pemeliharaan Jalan di Tol Jakarta-Cikampek
- Ingin Jadi Guru hingga Pernah Dibully, Peserta Jalur Disabilitas UNJ Naik Jadi 138 Orang
- Tim Investigasi dari Jakarta Berangkat ke Lokasi Ledakan Gudang Amunisi Madiun
- Kapolri Serap Aspirasi Ojol hingga Pecalang Bali, Ajak Optimalkan Layanan 110
- Gen Z Perlu "Fourth Place" untuk Atasi Rasa Kesepian Digital
- OTT KPK, Pemkab Lombok Barat Pastikan Administrasi Pemerintahan Tetap Berjalan
- Susah Dapatkan Solar, Keluhan Pengemudi Angkutan di Sumatera: Rasanya Perih, Sudah Tak Sanggup Lagi
