Transaksi KDMP di Jatim Tembus Rp 21 Miliar, Khofifah Targetkan Tingkatkan Produktivitas

Provinsi Jawa Timur (Jatim) mencatat nilai transaksi operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebesar Rp 21.643.511.079 per Jumat (17/7/2026).
Angka tersebut tertinggi di antara seluruh provinsi di Indonesia. Sementara nilai transkrip KDMP nasional sebesar Rp 56.800.611.996.
Berdasarkan data di Simkopdes, total KDMP yang beroperasi di Jawa Timur sebanyak 8.494 gerai. Dari ribuan gerai, produk yang paling tinggi mencetak transaksi yakni pupuk NPK Phonska dan pupuk urea N 46 persen.
Menurut Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, capaian tersebut menjadi indikator bahwa koperasi bukan hanya telah terbentuk secara kelembagaan, tetapi mulai menjalankan fungsi ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Tingginya nilai transaksi ini menandakan aktivitas ekonomi di tingkat desa telah mulai bergerak dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” kata Khofifah, Jumat.
Khofifah Targetkan KDMP Lebih Produktif
Saat ini, proses pembangunan gerai KDMP di Jawa Timur mencapai 84,11 persen. Tetapi, menurut Khofifah, tantangannya bukan lagi membentuk koperasi tetapi memastikan koperasinya berkembang.
“Target kita bukan hanya banyak koperasinya, tetapi koperasinya benar-benar hidup, produktif, dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa,” ungkapnya.
Dia menegaskan, KDMP yang sudah beroperasi di setiap desa atau kelurahan di Jawa Timur, harus bisa memperkuat ekonomi warga sekitar. Tidak hanya gerainya, warganya juga harus diberdayakan.
“Koperasi harus hadir memperkuat UMKM, memperlancar distribusi kebutuhan masyarakat, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan warga desa," katanya.
Khofifah juga menekankan bahwa keberadaan KDMP harus dibangun melalui kolaborasi dengan pelaku usaha lokal, termasuk UMKM, BUMDes, kelompok tani, kelompok nelayan, hingga pelaku ekonomi kreatif.
“Sehingga tercipta ekosistem ekonomi yang saling menguatkan, bukan saling bersaing,” ujar mantan Menteri Sosial tersebut.
Khofifah optimistis capaian transaksi tersebut akan terus meningkat seiring semakin optimalnya operasional koperasi di seluruh desa dan kelurahan di Jawa Timur.
Sebelumnya: Baleg DPR Rampungkan Draf RUU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
Selanjutnya: Rekam Jejak Perancis Vs Inggris di Piala Dunia 2026, Kompak Tergelincir di Semifinal
Artikel Terkait
- Prabowo Bicara Investasi di RI: Investor Untung tapi Rakyat Harus Sejahtera
- Pemprov Banten Tawarkan Peluang Investasi ke Vietnam, Perumahan hingga Susu
- Influencer Kontroversial Andrew Tate dan Tristan Ditangkap di AS
- Baru 30 RDTR Bali Terintegrasi OSS, Kementerian ATR/BPN Minta Percepatan
- OTT Bupati Lombok Barat, KPK Sita Uang Tunai Ratusan Juta
- Kekeringan Landa Cigudeg Bogor, Ribuan Warga hingga Puskesmas Krisis Air Bersih
- Kepergok Main Game Saat Rapat, Camat Madiun Ngaku Buat Hilangkan Penat
- Mengenal Pelat Nomor Warna Hijau yang Hanya Berlaku di Wilayah Tertentu
