Semangat 28 Murid SD di Aceh Utara, Ikut MPLS meski Belajar di Tenda Darurat

Sebanyak 28 murid memulai perjuangan mengenyam pendidikan di Sekolah Dasar (SD) Negeri 11 Langkahan di Desa Paya Tukai, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Jumat (17/7/2026).
Lima hari terakhir, mereka mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Meski serba terbatas, karena ruangan kelas rusak saat banjir 26 November 2026 lalu, hal itu tidak menyurutkan semangat mereka untuk memulai tahun ajaran baru.
Ruang kelas baru mereka masih dalam tahap rehabilitasi pascabanjir, berganti dengan tenda darurat yang digelar di halaman sekolah.
Kepala Sekolah SD Negeri 11 Langkahan, Nazariah Ahmad, mengatakan MPLS tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya.
Sembilan bulan lalu, sekolah itu rusak parah karena banjir.
"Sekarang ruang kelas sedang direhab akibat kerusakan ditimbulkan banjir beberapa waktu lalu. Jadi, kami memaksimalkan tenda darurat dulu," tuturnya.
Belajar Bergantian
Selain itu, untuk murid kelas dua hingga enam, sekolah menerapkan pembelajaran secara bergantian.
Misalnya, murid kelas satu, dua, dan tiga belajar pagi hari, sedangkan empat, lima, dan enam belajar sore hari.
"Tujuh ruang kelas kami seluruhnya rusak. Karena itu, kami terpaksa gunakan sistem bergantian penggunaan tenda," tuturnya.
Dengan 147 murid dan sembilan guru, mereka tetap menjalankan proses belajar mengajar di pedalaman Kabupaten Aceh Utara itu.
Selama masa pengenalan sekolah, murid diperkenalkan dengan seluruh guru, lingkungan sekolah, serta mendapatkan pembinaan karakter, termasuk pembiasaan budaya salam dan sikap disiplin.
"Kami berharap pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan normal seperti sebelum banjir," ucapnya.
Rehabilitasi Sekolah Bertahap
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Utara, Jamaluddin, dihubungi terpisah menyebutkan, rehabilitasi sekolah pascabanjir sebagian sedang berlangsung di Kabupaten Aceh Utara.
Dia memastikan proses pembelajaran tetap berjalan dengan baik meski dengan segala keterbatasan.
"Semua sekolah yang rusak sudah kami laporkan ke kementerian. Direhab secara bertahap dalam program revitalisasi sekolah khusus banjir," tuturnya.
"Kami terus mendorong agar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memberikan perhatian khusus untuk Aceh Utara sebagai daerah terparah rusak karena banjir tahun lalu," ucapnya.
Sebelumnya: Arus Peti Kemas IPC TPK Naik 7 Persen pada Semester I 2026, Tembus 1,82 Juta TEUs
Selanjutnya: Viral Warung Lontong di Pati Ditarik Retribusi Rp 840.000, DPUTR: Bukan Tarif Setahun
Artikel Terkait
- Pipa Air PAM JAYA Bocor di Kelapa Gading Jakut Bikin Jalan Raya Bekasi Tergenang
- Dosen UGM Terima Ancaman dan Doxing Usai Komentari Mutasi ASN Kementerian PU
- Batang Jadi Lokasi Akad Massal 62.000 KPR FLPP, Prabowo Bakal Hadir
- Menkop: Kopdes Merah Putih Bisa Kelola Tambang di Desa
- Festival Game Genshin Impact, Honkai Star Rail, dkk Kembali Digelar di Jakarta, Ini Tanggal dan Harga Tiketnya
- Susah Dapatkan Solar, Keluhan Pengemudi Angkutan di Sumatera: Rasanya Perih, Sudah Tak Sanggup Lagi
- Mendikdasmen Ungkap Terobosan pada 2025: Tunjangan Guru Non-ASN Jadi Rp 2 Juta
- Sukses Digelar, Grid.ID Awards 2026 Berikan Apresiasi kepada Figur Publik Inspiratif Indonesia
