PKB: PBNU 5 Tahun Terakhir Lebih Banyak Cerita Konfliknya

Cak Udin pun sepenndapat dengan pandangan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) soal penyegaran dalam tubuh kepengurusan PBNU ke depannya.
"Saya sih menganggap bahwa NU perlu di-refreshing. Kenapa? Karena tanpa ada refreshing ini akan menjadikan peran, fungsi, marwah, martabat NU ke depan dalam kehidupan keagamaan, kemasyarakatan, dan kebangsaan akan semakin terpuruk," ucapnya.
Dia lalu menyarankan warga Nahdlatul Ulama (Nahdliyin) untuk memilih Ketum baru yang berbeda dari sebelumnya.
Menurut dia, Nahdliyin perlu memilih ketum yang dapat meneduhkan dan mengayomi, bukan mengumbar konflik.
"Jadi, siapakah itu? Ya, yang bukan yang sekarang. Silakan dipilih mau siapapun, yang penting bukan sekarang," tutur dia.
Sebelumnya diberitakan, Cak Imin menyampaikan pandangan pemimpin PBNU belum membuat perubahan sehingga butuh penyegaran pada pucuk pimpinan PBNU.
"Ya pemimpin yang baru. Saat ini butuh pemimpin baru yang fresh," ujar Cak Imin, saat ditemui di Kemang, Jakarta, Minggu (12/7/2026).
"Karena yang lama sudah lima tahun enggak ada perubahan," kata dia lagi.
Merespons itu, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menilai Cak Imin tidak memahami bagaimana kerja kepengurusan karena belum pernah menduduki jabatan strategis di PBNU.
"Kalau Pak Imin mengatakan begitu saya kira ya karena beliau memang ya mungkin kurang mengerti tentang NU ya? Karena seumur hidup beliau belum pernah jadi pengurus NU di semua tingkatan," kata Gus Yahya.
"Jadi pengurus ranting saja belum pernah. Jadi, beliau tidak tahu perubahannya-perubahannya seperti apa kan beliau tidak tahu," sambung dia.
Gus Yahya mempersilakan Cak Imin berpandangan apapun, tetapi menurut dia hanya warga NU yang dapat menilai kepemimpinannya.
Sebelumnya: Keunggulan Teknis Mesin Hybrid di XForce HEV
Selanjutnya: Ulik Beda Xforce Bensin dan Hybrid, dari Tampilan hingga Mesin
Artikel Terkait
- Ini Hal yang Memberatkan dan Meringankan Vonis Tiga Pembunuh Kacab Bank BUMN
- Ejekan Messi Gagal Penalti Berujung Pria Bangladesh Tewas
- Hotman Paris Heran Tan Kian Belum Jadi Tersangka, padahal Diduga Beri Suap
- Saat Nyawa Ojol Jadi Taruhan, Terpaksa Terima Pesanan Antar Kulkas hingga Kasur
- Penumpang Kereta Lokal KAI Tembus 4,67 Juta pada Semester I 2026
- Danau Dendam Tak Sudah Bersolek, Disulap Jadi Destinasi Kelas Dunia
- PayLater Bukan Uang Tambahan, Waspadai Risiko di Baliknya
- Presiden Sudah Tahu Abnormalitas Pada Tata Kelola Program Prioritas
