Teror Tetangga Makin Menjadi, Rumah Keluarga di Depok Dilempari Telur-Kaca, Akhirnya Dijual

Tetangganya kerap melontarkan makian, terutama ketika berpapasan dengan anggota keluarganya.
"Begitu (tetangga mereka) pulang, nyari atau ngelihat dulu (ke arah rumah keluarga Azis). Ada orang (atau tidak), ngata-ngatain, itu udah makanan tiap hari gitu lho," kata dia saat ditemui Kompas.com di kediamannya pada Minggu (19/7/2026).
Novita mengatakan, teror tersebut juga disertai aksi provokasi. Ia mengaku, tetangganya kerap menantang anggota keluarganya agar keluar rumah.
Kini, ia dan keluarganya memilih tidak menanggapi makian tersebut secara serius.
Mereka justru menjawabnya secara asal agar tidak terpancing emosi.
"Dia makin emosi ngoceh, kita jawabin asal bunyi aja, "Iya, Argentina entar menang, iya entar MU, iya Barack Obama suruh main bola." Pokoknya asbun aja yang penting ada nyaut," ungkap Novita.
Selain intimidasi verbal, rumah keluarga Novita juga beberapa kali dirusak.
Salah satunya terjadi pada 2024 ketika keluarganya sedang berada di luar kota dan hanya menyisakan kakaknya di rumah.
"Puncaknya 2024 itu posisinya keluarga lagi di luar kota liburan, abang saya sendirian di rumah, ditambah lagi enggak enak badan. Rumah dirusak, pager dirusak, abang saya sampai bengep," ujar dia.
KOMPAS.com/Omarali Dharmakrisna Soedirman Kondisi pagar rumah milik keluarga Azis Suraji dalam kondisi rusak, Depok, Jawa Barat, Minggu (19/7/2026)Setelah kejadian tersebut, keluarga Novita memasang empat kamera pengawas (CCTV).
Kamera tersebut dipasang untuk mengumpulkan bukti terkait dugaan aksi teror yang dilakukan tetangga mereka.
Hasilnya, berbagai dugaan aksi pelemparan benda ke arah rumah berhasil terekam kamera.
"Dulu setelah kita pasang CCTV banyak bukti, dilempar telur, sandal, debu. Kalau barang-barang kayak kaca beling, telur, atau pur (makanan ayam) dicampur air atau minyak jelantah itu sering dilempar ke dalam rumah," tutur dia.
Novita menambahkan, berbagai bentuk teror tersebut akhirnya membuat keluarganya merasa tidak nyaman berada di rumah. Kondisi itu pula yang kemudian membuat mereka memutuskan untuk menjual rumah tersebut.
Sebelumnya: Cekcok Duit dan Ganti Rugi Motor Picu Delon Bunuh Yani di Sukabumi
Selanjutnya: Persija Turunkan Skuad Utama di Piala Presiden 2026 Usai TC Thailand Diundur
Artikel Terkait
- Hobi Lari Bawa Pasutri Asal Tangerang Keliling Indonesia
- 3 Kapal di Muara Angke Terbakar, Polisi Selidiki Penyebabnya
- Spesifikasi Kipas Angin Rp 11 Juta yang Ramai Disebut untuk Kopdes, Dipakai di Pabrik dan RS
- Habiburokhman: Presiden Tak Pernah Campuri Urusan Hukum Acara Pidana
- TNI-Polri Bakal Dilibatkan Awasi Pajak di Desa, Pemprov Jateng: Pajak Kewajiban Warga Negara
- Sirop Tumpah yang Bikin Gelombang Dahsyat Seperti Tsunami
- Cara Nonton Argentina Vs Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026, Live Streaming dan TVRI
- Kejagung Ungkap Kerugian Negara Kasus Samin Tan Rp 17,7 Triliun
