Toyota Usul Standardisasi Komponen buat Lawan Mobil China

Meski demikian, penerapan konsep tersebut dinilai tidak mudah. Standardisasi komponen membutuhkan kesepakatan banyak produsen, pemasok, serta penyesuaian pada berbagai model kendaraan dan proses produksi.
"Kita memiliki kesadaran yang kuat akan situasi krisis bahwa industri otomotif Jepang sedang berada dalam masa transisi besar-besaran. Saat inilah waktu yang tepat untuk terus berkembang dan berevolusi dalam menghadapi berbagai tantangan serta inisiatif reformasi industri otomotif secara keseluruhan," ujar Sato.
Sebelumnya: Update Harga Toyota Avanza, Naik di Pertengahan Juli 2026
Selanjutnya: Motor Mahasiswa dengan Ciri Ini Jadi Incaran Curanmor di Tangsel
Artikel Terkait
- IHSG Ditutup Melonjak 1,10 Persen, Investor Asing Serok Rp 725 Miliar
- Fraksi PDI Perjuangan Desak Pemprov Sumut Investigasi Kelangkaan BBM
- GNK Kritik Hotman Paris: Jangan Seret Nama Presiden untuk Bela Febrie
- Potret Warga Medan Antre BBM di Tengah Banjir, Pengendara Pilih Bertahan Berjam-jam
- Terbitkan 3 Sprindik Baru, Ini Kata Kejagung soal Status Tersangka Febrie Adriansyah
- Serangan AS ke Iran Masuki Hari ke-9, Hormuz Terus Memanas
- SMAN 3 Kota Sorong Juara LCC Empat Pilar MPR Papua Barat Daya
- Tak Ada Sampah di Jalan! Polri dan DLH Bersih-bersih Usai Riau Bhayangkara Run
