Tim DVI Polda Sulsel Minta Data Keluarga Korban KM Nurul Salsa, Antisipasi Kebutuhan Identifikasi

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) membuka posko pendataan keluarga korban KM Nurul Salsa di Terminal Pelabuhan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, pada Sabtu (18/7/2026).
Selain posko pendataan keluarga korban di Terminal Pelabuhan Benteng, Tim DVI juga menyiapkan Posko DVI di RSUD KH Hayyung Selayar.
Diketahui, dari total 78 penumpang KM Nurul Salsa, sebanyak 52 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, satu orang ditemukan meninggal dunia, sedangkan 25 orang lainnya masih dinyatakan hilang.
Koordinator Tim DVI Biddokkes Polda Sulsel Kompol Abd Rahman mengatakan, posko tersebut dibentuk untuk mengumpulkan data pembanding dari keluarga korban.
Menurut dia, data tersebut akan digunakan apabila proses identifikasi korban diperlukan.
"Saat ini kami mengumpulkan data ante mortem dari keluarga korban sebagai langkah antisipasi," katanya, dilansir dari TribunTimur.
Data yang dikumpulkan meliputi identitas korban, ciri-ciri fisik, pakaian terakhir yang dikenakan, rekam medis, data gigi, sidik jari hingga informasi pendukung lainnya.
"Data ini akan menjadi pembanding apabila dalam proses pencarian ditemukan korban yang memerlukan identifikasi," jelasnya.
Keluarga Korban Diminta Serahkan Data
Abd Rahman mengimbau seluruh keluarga korban maupun keluarga penumpang KM Nurul Salsa mendatangi posko pendataan untuk memberikan data anggota keluarga yang menjadi korban.
Ia berharap keluarga dapat memberikan data selengkap mungkin agar proses identifikasi dapat berjalan lebih cepat apabila dibutuhkan.
"Semakin lengkap data yang kami peroleh, maka proses identifikasi nantinya akan dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan akurat apabila dibutuhkan," ucapnya.
Sementara itu, Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Didid Imawan menambahkan, kehadiran Tim DVI menjadi bagian penting dalam mendukung operasi kemanusiaan yang sedang berlangsung.
Ia juga mengimbau keluarga korban memanfaatkan posko pendataan dengan memberikan data yang dibutuhkan.
"Data yang diberikan akan sangat membantu Tim DVI apabila sewaktu-waktu diperlukan proses identifikasi," pungkasnya.
Sebelumnya: Lalin Macet Imbas JPO Tendean Dibongkar, TransJ Koridor 13 Terlambat
Selanjutnya: Lebih dari 500 Huntap Dibangun di Padang Pascagalodo, Jumlah Terbanyak di Sumbar
Artikel Terkait
- KPK Usul Rekening Dana Otsus Papua Dipisah dari APBD, Ini Tujuannya
- Tri Tito Karnavian Ajak Pengurus & Kader TP PKK Perkuat 10 Program Pokok
- Kasus Febrie Adriansyah Dikaitkan dengan Blackout, Hotman Paris: Paling Lelucon!
- 2 Lokasi Wisata Dunia yang Minta Dihapus dari Daftar Situs Warisan Dunia UNESCO
- Viral Wanita di Bekasi Diduga Dianiaya-Disekap Pacar, Polisi Turun Tangan
- Gunung Karangetang Sulut Erupsi, Lontarkan Material Pijar
- Hakim Lerai Debat di Sidang Eks Ketua Ombudsman: Terserah Saksilah
- Menkum: Tarif Lepas WNI Hanya untuk 300 Orang, Apa yang Perlu Kita Resahkan?
