Pengendara yang Nekat Lewat Trotoar Daan Mogot Jakbar Bakal Ditilang ETLE

Pengendara yang masih nekat melintasi di trotoar kawasan Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat, terancam ditindak melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).
Hal itu disampaikan Kanit Lantas Polsek Cengkareng AKP Yeni.
"Kami juga melakukan penindakan, penindakan dengan ETLE, tilang ETLE kan," kata Yeni kepada Kompas.com saat dihubungi, Kamis (16/7/2026).
Baca juga:
Di lapangan, petugas seperti kucing-kucingan dengan pengendara.
Ketika ada petugas yang berjaga di lokasi, sama sekali tidak ada pengendara yang berani melintasi trotoar jalan.
Sementara petugas belum bisa berjaga selama 24 jam di lokasi itu.
"Sementara anggota kami, anggota khususnya Cengkareng sangat terbatas," tutur dia.
Bocah adang pengendara
Sejumlah bocah menghadang pengendara roda dua yang melintas di trotoar Jalan Daan Mogot, tepatnya di dekat Halte Pulo Nangka, Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (16/7/2026).
Sekitar pukul 16.20 WIB, sejumlah bocah berjumlah sekitar tujuh orang itu, ke trotoar untuk menghadang kendaraan roda dua yang melintas.
Dengan membawa peralatan seperti sebilah kayu yang digunakan untuk menghalau, mereka berani menegur pengendara yang melintas di trotoar.
"Mundur, putar balik, putar balik," kata salah satu bocah yang terlihat sedang menghalau pengendara di lokasi, Kamis.
Baca juga:
Beberapa pengendara terlihat mematuhi dengan cara memutar balik. Namun, ada juga pengendara yang masih ngotot untuk melintas.
Para bocah ini langsung meneriaki pemotor tersebut agar memutar balikkan kendaraan. Teriakan itu bahkan sampai mengundang sejumlah pengendara yang melintas.
Salah satunya, Tegar (18) yang masih sekolah kelas 10 karena kekurangan biaya dan sempat putus sekolah itu berujar, aksi ini dilakukan sudah sekitar sejak sebulanan ini.
Awalnya, ia bersama teman-temannya itu merasa terganggu ketika sedang bermain sepak bola di trotoar yang cukup luas dan bersih itu.
"Awalnya kan lagi pada main bola, terus ada motor banyak yang lewat, terus akhirnya dicegat-cegatin," kata Tegar.
Menurutnya, trotoar ini menjadi salah satu tempat bermain sejumlah anak-anak karena cukup luas dan trotoar juga terlihat rapi dengan ditumbuhi pepohonan yang terlihat dirawat.
Teman Tegar, Rizki (15) mengatakan, dirinya juga merasa terganggu ketka ada pengendara yang melintas di trotoar tersebut.
"Kita lagi main jadi keganggu, terus ini kan juga buat pejalan kaki bukan buat motor," kata Rizki yang masih kelasa 8 itu.
Sebelumnya: 10 Tahun Kudeta Turki, Ketika Demokrasi Berubah Arah
Selanjutnya: Kenapa Indeks Saham Korea Selatan Kospi Anjlok 6,31 Persen?
Artikel Terkait
- Gus Ipul Jamin Prabowo Tak Ikut Campur di Muktamar PBNU
- BUMN BKI Buka Lowongan Kerja hingga 7 Agustus 2026, Cek Posisi dan Syaratnya
- Drake Pasang Taruhan Rp24,5 Miliar untuk Kemenangan Argentina di Final Piala Dunia
- Respons Thomas Tuchel soal Kritik Kepadanya Usai Inggris Kalah dari Argentina
- Sebanyak 41,5 Juta Hektar Tutupan Hutan Berisiko Mengalami Deforestasi
- Berbagai Tanda Tubuh Kurang Tidur yang Sering Tak Disadari, Termasuk Naik Berat Badan
- Pemerintah Tawarkan Proyek PLTS 100 GW ke Investor China
- 4 RT di Keranggan Tangsel Alami Kekeringan, 13.000 Liter Air Bersih Disalurkan
